Kamis, 18 September 2014

*Menjadi Orang Tua Adalah.......*

"Pecawaaattt....!!" teriak si kecil histeris.
"Nguing...zuuummmmm...zuummmmm... Yeayyy terbaang...!!" sahut saya.
Dan si kecil pun tertawa-tawa lepas kegirangan.

Begitulah cuplikan edisi waktu bermain untuknya hari ini. 
Ceritanya, Meru (21 bulan) akhir-akhir ini sedang senang-senangnya dengan segala macam yang berbau pesawat. Jadilah di setiap ada kesempatan bermain bersama, ada saja imajinasinya yang berhubungan dengan pesawat. Entah itu "menggambar" pesawat,, "menaiki" pesawat,, antusias setiap kali melihat pesawat sungguhan, mainan, ataupun gambarnya,, dan lain-lain.. 
Hingga tadi malam, saya pun berubah sejenak menjadi "pesawat terbang" untuknya. 
Dengan sedikit mengerahkan tenaga.. Dan swuuuungggg!! Si kecil pun saya terbangkan (dengan cara diangkat melintang, ala superman) keliling dalam rumah. Hehe..

Selain bermain pesawat, waktu-waktu berharga pagi sampai malam hari pun kami upayakan isi bersama dengan berbagai kegiatan seru yang saya usahakan semaksimal mungkin penuh manfaat untuk tumbuh kembangnya..

Mulai dari rutin membacakan surat-surat pendek untuknya terkait program belajar hapalan meski dia baru bisa mendengarkan saja..
Membiasakan mengajaknya membaca doa setiap akan melakukan aktivitas meski dia baru mengikuti terpatah-terpatah dan mengaminkannya..
Mengajaknya sholat bersama, meski dia baru meniru seadanya (sikap berdiri dan sujud)..
Membacakan cerita untuknya.. Entah itu kisah tentang Rasulullah, atau sahabat, atau cerita dongeng lainnya meski dia masih baru fokus mendengarkan dan heboh menunjuk-nunjuk setiap gambar yang menarik di bukunya..
Memberikannya kesempatan menggambar apa saja yang dia ingin gambar (biasanya yang pertama digambar adalah "pecawat", ucap mulut mungilnya) meski secara kasat mata di mata saya masih terlihat serba abstrak.. Hehe
Menari (lebih seperti senam sih..) dan bernyanyi bersama dengan antusias diiringi berbagai lagu ceria dan positif.. Meski gerakan si kecil masih suka-suka sendiri.. Emaknya kemana,,anaknya kemana..hihi.. Efektif untuk membuat saya semangat berolahraga dengan cara yang menyenangkan.. ^_^

Dan sebagainya..

Posisi saya yang berstatus sebagai seorang ibu yang nyambi menjadi seorang pegawai di sebuah instansi pemerintahan, LDR (Long Distance Relationship) dengan suami tercintah, dan saat ini sedang memilih untuk TIDAK menggunakan jasa ART (Asisten Rumah Tangga), tinggal lumayan jauh dari keluarga atau orang tua di Bogor (berjarak sekitar 7-8 jam perjalanan dari mereka), membuat diri ini setiap hari harus berusaha keras untuk belajar memenej segalanya sendiri. Termasuk bagaimana saya berupaya mendidik anak saya.

Aktifitas rutin dari pagi hingga malam hari seperti menyiapkan segala keperluan kantor dan perlengkapan "perang" si kecil untuk selama dia bermain di daycare saat jam kantor nanti, memasak bekal makanan seharian, menyiapkan cemilan, merapihkan rumah, memandikan si kecil, mengantarkan si kecil ke daycare, menjemputnya pulang ke rumah, bermain di rumah, belajar bersama, masak untuk makan malam, bercerita, hingga dia terlelap tidur malam, dan lain-lain, terasa begitu crowded.. cukup melelahkan.. menguji emosi dan mental.. Bahkan terkadang air mata..

Namun.. Saya sadar, bahwa semua rutinitas itu tak akan bermakna banyak, jika saya tidak mengupayakan untuk mengisi setiap jenaknya dengan ruh..dengan jiwa.. Serta dengan ilmu, cara, dan niat yang benar..

Bahwa misi menjadi orang tua, adalah menjadi pengawal bagi terlahirnya para muharrik peradaban..

Membuat diri ini harus banyak belajar bahwa semua aktifitas yang saya lakukan bersama seorang anak itu adalah sesuatu yang harus memiliki nilai dan makna untuknya.. Untuk bekal panjang kehidupannya.. 

Saya, seorang yang masih jauh dari sempurna dan penuh dengan berbagai kekurangan, mau tidak mau harus berusaha kuat untuk dapat menjadi sosok teladan baginya, "si peniru ulung".. Meski diri ini pun terkadang masih terseok-seok dalam menjalaninya.
Menjadi orang tua adalah bagaimana menjadi seorang pembelajar..
Belajar kuat dihadapannya, tidak cengeng.. Untuk mengajarkannya menjadi manusia yang kuat pula..
Belajar mengendalikan kata-kata.. Untuk mengajarkannya bagaimana berkata yang baik dan benar..
Belajar mengendalikan emosi.. Untuk mengajarkannya makna kesabaran..
Dan belajar akan berbagai hal lainnya yang penting untuknya.. Untuk hidupnya..dan akhiratnya tentunya.. 

Alhamdulillah, kondisi ini terasa lebih ringan, terutama ketika saya sadar, bahwa saya tidak sendirian mendidiknya.. 
Meski tidak setiap hari saya dan suami bertemu (biasanya bertemu setiap weekend atau saat suami free time), saya sadar betul, bahwa suami adalah seorang yang berpengaruh besar dalam kehidupan saya.. Ya.. Karena dialah partner sejati saya dalam mendidik si buah hati..
Entah dari jauh atau pun dari dekat, dia tetap berusaha untuk menghadirkan sosoknya bersama saya dan si kecil. Entah itu berbagi ilmu baru, mendengarkan ocehan dan curhatan saya, mengajak si kecil bermain saat bersama, kerap berkomunikasi via berbagai media, dan berbagai hal lainnya dalam upaya "membersamai" kami..
Namun, yang terpenting dari itu semua adalah kesamaan misinya dengan saya, yang saya rasakan, dalam bagaimana mendidik anak kami ini. 

Kehadiran para ibu hebat di luar sana juga turut andil dalam membuat saya "iri", Ya.. Perasaan "iri" yang menumbuhkan motivasi dalam diri saya untuk ikut belajar bersama mereka dari jauh. Belajar bagaimana cara mendidik diri ini menjadi sosok seorang ibu yang lebih baik lagi..
Terimakasih ya.. :)

Dan saya pun percaya.. 
Banyak sekali keajaiban dan pelajaran yang akan kita rasakan saat kita menjadi orang tua..

Namun, di luar itu semua..
Ada sebuah hal penting yang saya catat.
Bahwa...
Pada akhirnya, menjadi orang tua adalah tentang bagaimana kita belajar akan kehidupan itu sendiri.. 
Tentang kemana arah kita kan menuju..

"Maka ke manakah kamu akan pergi?"
"Fa aina tadzhabuun.." (QS. At-Takwir: 26)

Begitulah... :)

Laa haula walaa quwwata illaa billaah..

****
Tasikmalaya, 16 September 2014
Malam, selepas si kecil tertidur lelap

Sekedar berbagi, semoga bermanfaat..

:)

Gambar sisip 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar