Senin, 04 Februari 2013

Langkah Awal Berwirausaha


  1. Totalitas hidup ibadah, jadwal harian melebur, mengikuti jadwalnya Allah
  2. Tidur tidak larut malam, kecuali keadaan darurat sepeti ada musibah, menolong bencana dsb.
  3. Bangun sebelum subuh secara mandiri, (tidak dibangunkan orang lain)  sehingga bisa Qiyamullail walau sedikit.
  4. Dilarang, tidak boleh, aib/pamali, pantang tidur setelah subuh
  5. Mengerjakan pekerjaan rumah antara subuh s/d jam mulai keluar rumah
  6. Merapihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, merapihkan barang sendiri.
  7. Tidak terlambat masuk kerja, walaupun kantornya punya sendiri serta serius dalam bekerja.
  8. Menikmati pekerjaan, karena ibadah, dakwah, jihad, hobi, maisyah, ta’awun, amal jariyah,
  9. Shalat, dzikir, du’a adalah jadwal utama, sementara aktifitas lain harus menyesuaikan waktunya.
  10. Hiburan bukan candu, tapi selingan jadi sejenak saja, pandai mengendalikan sarana hidup.
  11. Harus  ada waktu perhatian, untuk diri, keluarga, tetangga, masjidnya, kampung dst.
  12. Mengurus dokumen pribadi sendiri, seperti KTP, SIM, STNK, Listrik, PBB, administrasi lainnya.
  13. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh, supaya tidak mudah sakit.
  14. Terus berlatih seni management waktu. Jangan sampai satu detik hilang tanpa perencanaan.
  15. Sensitif dan sangat mengenal siapa si pencuri waktu.
  16. Menghidari tongkrongan, kongkow-kongkow, ketawa ketiwi, nyeletuk-nyletuk, yang hanya menghabiskan waktu.
  17. Malu melakukan aktifitas murahan yang tidak menambah iman, ilmu dan income.
  18. Gengsi melakukan tidakan tercela, karena harga diri, apalagi  perbuatan dosa.
  19. Menyeleksi teman jangan sampai mengangkat si pencuri waktu sebagai teman.
  20. Memilih lingkungan dan sarana hidup yang bisa dikendalikan bukan sebaliknya.
  21. Banyak silaturrahiim, untuk memperbanyak teman dan koneksi serta jaringan.
  22. Siap dan mudah bekerja sama dengan siapapun serta pandai bergaul..
  23. Konsentrasi penuh ditempat banyak orang berkumpul/bertemu karena disitulah banyak berdar uang.
  24. Sering  mencari kerumunan, kumpulnya banyak orang atau event-even yang mengundang banyak orang.
  25. Sering berjalan dipasar dan mengamati dengan serius prilaku orang dipasar.
  26. Mengasah senstifitas untuk melihat berbagai macam peluang dan kesempatan.
  27. Tidak malu bertanya atau meminta saran kepada siapapun
  28. Tidak takut dikeritik, malah merindukannya, agar terus melakukan perubahan tanpa henti.
  29. Tidak suka mencari kambing hitam, selalu lari kedalam dirinya, karena dia percaya diri, segala sesuatunya datang dari keputusan sendiri. Maka pantang menyalahkan orang lain.
  30. Kecepatan dalam mengevaluasi, senang dengan umpan balik, tindakan perbaikan ketika terjadi kesalahan.
  31. Sangat sengang dan selalau berupaya untuk meningkatkan kapasitas dirinya, dengan banyak pelatihan, belajar, bertanya, magang serta terus dan terus mencoba…
  32. Ucapan ”Bismillah” bukan basa basi, berarti sekarang juga mulai tidak ada kata tunda.
  33. Mengambil inisiatif, tidak ikut ikutan,  menunggu si fulan, menunggu disuruh, diarahkan, atau ditegur.
  34. Siap tempur dengan musuh bebuyutan, kangker ganas, yaitu kata  “tunda”
  35. Bekerja keras, banting tulang, peras keringat, jungkir ballik, ulet, tekun, sabar, pantang mengeluh dan tidak lebay.
  36. Melihat setiap ada masalah pasti ada peluang, setiap ada kesulitan pasti akan muncul kemudahan.
  37. Berupaya mengatasi dan menyelesaikan kesulitan dan persoalan-persoalan nya sendiri.
  38. Memperbaiki kerusakan kecil di rumahnya sendiri, seperti atap bocor, keran rusak, lampu mati, saklar rusak, dan sebagainya
  39. Tidak ada waktu yang lost control walau satu detik, semua sudah direncanakan. Sekecil apapun harus bekerja, tidak boleh berhenti, kecuali memang waktu istirahat dan kebutuhan darurat.
  40. Bukan entrepreuneur namanyaa jika dalam hari hari masih ada kata “ Bingung apa yang harus dikerjakan” atau memang tidak teragenda sebelumnya jadi bingung. Nah loh..?
  41. wirausahawan berarti juga seorang  “visioner” ciri yang sangat jelas adalah “Kewajiban lebih banyak dari pada waktu yang tersedia”. Sangat aneh jika masih banyak hiburannya.
  42. Hidup berencana, berarti punya buku agenda harian bertanggal.
  43. Peka dan peduli terhadap keadaan diri  dan lingkungan sekitar’
  44. Cinta kebersihan, keindahan diri, rumah, lingkungan dan mengajak orang lain..
  45. Penghematan dalam segala hal  termasuk listrik, air, gas dan sebagainyal.
  46. Menyiapkan segala resiko yang akan dihadapi,  terpahit sekalipun.
  47. Tujuan dan proses sama pentingnya sehingga tidak menyepelekan keduanya.
  48. Tawakkal penuh, pasrah total, du’a senjata utama, Berbaik sangka keapada Allah.
  49. Sehingga tidak ada kamus, nyerah, kapok, bosen, bt, berhenti, letih dan sebagainya.
  50. Modal Utama dalam bisnis bukan “uang”  tetapi keyakinan, kreatifitas, kerja keras, koneksi dan jaringan..
  51. Memulai dari modal seadanya, akal fikiran, panca indra, keterampilan, saran dan fasilitas disekitar kita, SDA dan SDM disekitar kita, jaringan yang sudah kita miliki.

Itulah langkah-langkah awal (dasar) yang harus dikerjakan dan dipenuhi jika mereka ingin menjadi seorang wirausahawan muslim sejati. Kalau mau lebih cepat dengan langkah berikutnya boleh saja asal langkah-langkah awal (dasar) ini tidak ditinggalkan. Penulis yakin jika langkah-langkah awal ini semuanya dilaksanakan, insyaAllah kemungkinan besar akan berhasil menjadi wirausahawan muslim sejati.

Jangan berbasa basi dengan ucapan “bismillaah”, jika Anda mengucapkan kalimat basmalah, berarti tidak ada kata “tunda” lagi. Selamat mencoba, semoga Anda menjadi orang sukses dunia akhirat. Amin

sumber: firmadani.com

Untuk Dedek & Yaya..

Jakarta, 5 feb 2013

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Tak terasa sudah hampir 4 bulan jari-jari ini tidak menari-nari di blog ini lagi.
Subhanallah.. alhamdulillah..

Berbagai rasa tercampur aduk mengiringi perjalanan hidup yang terus melaju.
Saat ini, sudah resmi aku diberi kesempatan untuk merasakan kelahiran ketiga bagi seorang wanita..
Menjadi seorang ibu..

Istilah kelahiran ketiga ini kudapat dari seorang sahabat.
Katanya, seorang wanita itu dilahirkan sebanyak 3x selama hidupnya..
Kelahiran pertama, adalah ketika ia dilahirkan oleh ibunya..
Kelahiran kedua, adalah ketika ia menikah..
Dan kelahiran ketiga adalah ketika ia melahirkan buah hatinya..


Menjadi seorang Ibu sekaligus pekerja..
Lakon yang harus kujalani saat ini..
Membuat perasaan berat dan rindu meletup-letup tiap aku tidak sedang menatap wajah mungilnya..
Ditambah domisiliku yang kini berbeda, terpisah dari sang pendamping jiwa..

Pergi subuh.. sampai rumah ba'da isya..
Setiap hari..
Melaju bersama kereta.. dari Bogor ke Jakarta dan sebaliknya.
Pengorbanan.. demi memenuhi harapan orang tua terkasih..

Sementara jauzi..
Harus rela berjumpa dengan kami sepekan sekali..
Melaju dari Bandung ke Bogor..tempat permata hati..
Pengorbanan.. demi menatap senyuman syurgawi..

Ya, memang sekilas terasa berat..
Tapi kami tahu, ini hanya sementara..
Sembari kami menabung kekuatan..
Kekuatan dan mental untuk tapak kami selanjutnya..
Untuk menjemput impian kami yang sebenarnya...
Karena kami tidak tahu..
Apa yang Allah rencanakan untuk kami..
yang jelas.. Allah telah menyiapakan kejutan terbaiknya..
Untuk setiap dari kami yang sabar dan positif melangkah dalam menyambut keputusannya.

Bersabar..
Ikhlas..
Yakin..
dan tersenyumlah..

Karena setidaknya..
Kami masih bisa bergenggaman..
Bersama dalam lingkar cinta suci..
Bersama menjemput ridho Illahi Robbi..

*untuk Dedek dan Yaya.. I LOVE U... :')